Ia yang
tumbuh mengakar dari lajur ibunya
Ia yang haus
akan tumpukan jedah yang tertunda
Tapi ku
ingin terlempar dalam sukmamu
Ia yang
meluapkan sederet pertanyaan
Ia yang
mencuatkan kelahiran
Dan
segalanya tak lagi disedapkan rasanya
Berbanggalah
yang tak harus mengalaminya
Tuan dan
nyonya sekalian
Marilah
berdansa di atas kelembutan
alu tidur bersamaNya
Berdua
menghangatkan mimpi
Membelai
kemesraan
Dari balik
ujung mata
Dan barulah
kita coba mengerti segalanya
Wonosari,
25/1/2017
Fath Fauzan

Posting Komentar