Ingin ku tulis sajak atau kata-kata
indah untuk Ibuku Hj. Siti Fatlukha...biar kekinian... Ya kekinian karena hari
ini adalah hari spesial untuk ibuku...
Namun apalah daya ketika aku merenung, mencari kata terindah tak ada kata spesial untuk melukiskan ibuku yang sangat luar biasa (bukan hiperbola) memang sangat luar biasa...
Jujur ibundaku hanya seorang lulusan sekolah rakyat tak berpendidikan formal....
Hanya didikan si embah yang agamis dan idealis tentang keislaman...
Orang lain mungkin akan beranggapan biasa tak ada yang istimewa dibalik sosoknya...
Namun satu hal yang kudapati dari beliau bukan sebuah sikap ikhlas yang luar biasa...
Beliau yang tak pernah menghabiskan waktunya untuk menonton sinetron... Hampir seluruh waktunya didedikasikan untuk ibadah (bukan fanatik ala timur tengah) namun kegiatan yang diniati dengan ibadah terutama sodaqoh. Disaat ibu-ibu lain sibuk dengan bisnis oriflame, sophie martin atau pkk, beliau sibuk dengan memasak atau sekadar membuat kue...bukan untuk kami namun untuk diberikan kepada sanak saudara atau yang sekadar kenal. Beliau tak pernah berhenti bergerak dari sebelum subuh...entah akupun tak habis pikir darimana tenaga beliau untuk menjalankannya...
Padahal kaki beliau terkena asam urat tinggi, mungkin orang lain akan berhenti dan berdiam diri namun ibuku tidak beliau terus bergerak berjalan ke arah kebaikan...
Satu pesannnya untukku "mencari pasangan jangan sekadar tampang seperti bidadari namun kelembutan hatinya yang menjalankan ibadah karena keikhlasan" mungkin hingga detik ini hal tersebut yang membuatku terdiam dengan kaum hawa yang "seliweran" falam hidupku.
Mungkin ibuku hanya lulusan SR
Mungkin ibuku tak memberi apa yang aku inginkan
Mungkin ibuku tak modis macam ibu-ibu era kini
Mungkin ibuku tak bisa memakai hp
Mungkin ibuku tak kekinian dan punya medsos
Namun satu hal buktinya kami anaknya diberikan sikap kemandirian dan idealis bahwa kami bisa berdiri dengan kaki sendiri...
Kakakku merangkak hingga mendapatkan jabatan dipemerintahan
Kakak keduaku berjibaku dengan buku hingga menjadi guru dan meraih gelarnya dan lolos sertifikasi
Dan aku belajar memaknai hidup memperoleh ilmu dengan keringat sendiri
Dan adikku proses pendewasaan hidup dengab caranya sendiri...
Dan satu hal yang kupahami IBUKU Maha Sempurna dan kami bangga terlahir dari rahim orang yang istimewa...
Untuk ibuku Hj. Siti Fatlukha
Namun apalah daya ketika aku merenung, mencari kata terindah tak ada kata spesial untuk melukiskan ibuku yang sangat luar biasa (bukan hiperbola) memang sangat luar biasa...
Jujur ibundaku hanya seorang lulusan sekolah rakyat tak berpendidikan formal....
Hanya didikan si embah yang agamis dan idealis tentang keislaman...
Orang lain mungkin akan beranggapan biasa tak ada yang istimewa dibalik sosoknya...
Namun satu hal yang kudapati dari beliau bukan sebuah sikap ikhlas yang luar biasa...
Beliau yang tak pernah menghabiskan waktunya untuk menonton sinetron... Hampir seluruh waktunya didedikasikan untuk ibadah (bukan fanatik ala timur tengah) namun kegiatan yang diniati dengan ibadah terutama sodaqoh. Disaat ibu-ibu lain sibuk dengan bisnis oriflame, sophie martin atau pkk, beliau sibuk dengan memasak atau sekadar membuat kue...bukan untuk kami namun untuk diberikan kepada sanak saudara atau yang sekadar kenal. Beliau tak pernah berhenti bergerak dari sebelum subuh...entah akupun tak habis pikir darimana tenaga beliau untuk menjalankannya...
Padahal kaki beliau terkena asam urat tinggi, mungkin orang lain akan berhenti dan berdiam diri namun ibuku tidak beliau terus bergerak berjalan ke arah kebaikan...
Satu pesannnya untukku "mencari pasangan jangan sekadar tampang seperti bidadari namun kelembutan hatinya yang menjalankan ibadah karena keikhlasan" mungkin hingga detik ini hal tersebut yang membuatku terdiam dengan kaum hawa yang "seliweran" falam hidupku.
Mungkin ibuku hanya lulusan SR
Mungkin ibuku tak memberi apa yang aku inginkan
Mungkin ibuku tak modis macam ibu-ibu era kini
Mungkin ibuku tak bisa memakai hp
Mungkin ibuku tak kekinian dan punya medsos
Namun satu hal buktinya kami anaknya diberikan sikap kemandirian dan idealis bahwa kami bisa berdiri dengan kaki sendiri...
Kakakku merangkak hingga mendapatkan jabatan dipemerintahan
Kakak keduaku berjibaku dengan buku hingga menjadi guru dan meraih gelarnya dan lolos sertifikasi
Dan aku belajar memaknai hidup memperoleh ilmu dengan keringat sendiri
Dan adikku proses pendewasaan hidup dengab caranya sendiri...
Dan satu hal yang kupahami IBUKU Maha Sempurna dan kami bangga terlahir dari rahim orang yang istimewa...
Untuk ibuku Hj. Siti Fatlukha
Fath Fauzan

Posting Komentar