Kopi "Jancuk"
Sini belajar ngopi dahulu yang benar...
Kalau mau berorganisasi kita berorganisasi adu "otak" jangan "mung jadi eo"...
Ngopi dulu biar tahu rasa pahit jadi kebal kalau nanti ada rasa pedas, manis, asam, asin..
Ngopi dulu diperbanyak biar kafeinnya masuk dalam jaringan saraf dan menguatkan insting dalam bertindak...
Kalau organisasi cuma bisa ambil ide kreatif orang lain lalu diganti judul yo besok rame-rame buat video bokep saja biar langsung eksis...
Ngopi bisa menenangkan pikiran yang suntuk apalagi sajak-sajak keren para sastrawan itu tercipta mayoritas dari cangkir kopi...
Jangan cuma bisa ngisep cerutu lalu bilang aktivis hebat yang ngisi doktrin keagamaan tapu mabok di belakang...
Ngopi dulu biar tenang, tapi jangan minum obat LL, Distro, atau obat flu bisa melayang ke kahyangan nanti
Mulut yang bau bangkai itu kalau disumpal pakai sepatu tahu rasanya...
Mau orang berkuasa sekalipun kalau tidak bisa konsisten dan netral bisa diamuk mahasiswa...
Iki MALANG kang...
"Ojo dumeh" masa banyak bisa semaunya....kalau perlu gigi tongosmu iku tak luruskan pakai nih kaki...
Ngopi dulu biar jadi manusial yang adil dan beradab...
Tapi jangan politik mulu yang dibicarkan searkali kita bahas masalah cinta....
Bagaimana jiwa kita bercinta dengan Tuhan, bagaimana ruh kita menyatu dengan penciptaan hingga ikatan bathin dengan lawan jenis.
Ngopi dulu kang kalai gak bisa sini tak ajari cara nyeruput kopi yang benar...
Jangan campurkan komunitas atau perkumpulan daerah jadi perang sosial yang menmunculkan "konflik" suku atau antar ras...
Ngopi dulu kang tak ajari "Ngencuk kopi" biar gak jadi sok suci di depan dasi dan pantofel... Ada waktu yang memintal cahaya waktu ngopi...
Pecinta dan penikmat kopi itu ras kemulyaan karena tak ada batasan di dalamnya semua hanya masalah selera mau ditambah gula, susu, atau krimer bahkan yang murni ekspreso.
Ya itu mungkin hanya ajakan untuk ngopi dari
tukang kopi yang suka ngopi dan menggilai kopi. Tingkat kewarasannya mungkin
sudah di ambang batas perceraian antara sintingg dan gila jadi tak perlu
dihiraukan cukup nyeruput kopi dengan tenangSini belajar ngopi dahulu yang benar...
Kalau mau berorganisasi kita berorganisasi adu "otak" jangan "mung jadi eo"...
Ngopi dulu biar tahu rasa pahit jadi kebal kalau nanti ada rasa pedas, manis, asam, asin..
Ngopi dulu diperbanyak biar kafeinnya masuk dalam jaringan saraf dan menguatkan insting dalam bertindak...
Kalau organisasi cuma bisa ambil ide kreatif orang lain lalu diganti judul yo besok rame-rame buat video bokep saja biar langsung eksis...
Ngopi bisa menenangkan pikiran yang suntuk apalagi sajak-sajak keren para sastrawan itu tercipta mayoritas dari cangkir kopi...
Jangan cuma bisa ngisep cerutu lalu bilang aktivis hebat yang ngisi doktrin keagamaan tapu mabok di belakang...
Ngopi dulu biar tenang, tapi jangan minum obat LL, Distro, atau obat flu bisa melayang ke kahyangan nanti
Mulut yang bau bangkai itu kalau disumpal pakai sepatu tahu rasanya...
Mau orang berkuasa sekalipun kalau tidak bisa konsisten dan netral bisa diamuk mahasiswa...
Iki MALANG kang...
"Ojo dumeh" masa banyak bisa semaunya....kalau perlu gigi tongosmu iku tak luruskan pakai nih kaki...
Ngopi dulu biar jadi manusial yang adil dan beradab...
Tapi jangan politik mulu yang dibicarkan searkali kita bahas masalah cinta....
Bagaimana jiwa kita bercinta dengan Tuhan, bagaimana ruh kita menyatu dengan penciptaan hingga ikatan bathin dengan lawan jenis.
Ngopi dulu kang kalai gak bisa sini tak ajari cara nyeruput kopi yang benar...
Jangan campurkan komunitas atau perkumpulan daerah jadi perang sosial yang menmunculkan "konflik" suku atau antar ras...
Ngopi dulu kang tak ajari "Ngencuk kopi" biar gak jadi sok suci di depan dasi dan pantofel... Ada waktu yang memintal cahaya waktu ngopi...
Pecinta dan penikmat kopi itu ras kemulyaan karena tak ada batasan di dalamnya semua hanya masalah selera mau ditambah gula, susu, atau krimer bahkan yang murni ekspreso.
Fath Fauzan

Posting Komentar