Perbatasan Kota Suci



Angin terus menderu
Siang itu...
Panggilan syahdu
Beriringan roket yang menderu
Di balik kelambu...
Ribuan mata menengok sendu

Wajah-wajah manis itu
Tersenyum untuk menghadap-Mu
Tinggalkan semangat membara
Di antara gemuru tank dan lemparan batu

Mencengkeram pilu
Anak-anak belarian di perbatasan
Mencari rumahnya yang hilang

Merah merona senyummu
Sisa-sisa tenaga dari doamu

Akankah...?
Kembali ababil ikut melontarkan batu
Untuk yang tak pernah puas: Merampas senyummu

Malang, 9/2/2017
Fathfauzan

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama