Mendingin di kaki langit




Ribena bermekaran
Ikut menari di negeri para dewa
Sujud menjadi wujud
Menuntut jiwa teraniaya
Selayak meraut cakrawala
dibantainya isak tangis-
-Tak lagi menggema
Apa yang kita rasa
Kaupun punya
Mendengus aroma
Yang ganas memperkosa
-penciuman
Tap air tuak
dari bambu yang dibawanya
Mata merekat
Di sebermula yang berkarat
di titik temu air mata
Dan cahaya

Fath_

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama